Cari Blog Ini

Kamis, 24 Oktober 2019

Simulasi CX Programer Untuk 8 Lampu Secara Bergantian

TAUFIK RASYADI
41418120012

Buatlah program penyalaan lampu berjalan dengan ketentuan sebagai berikut:
–Lampu terdiri dari 8 lampu.
–Lampu menyala bergantian mulai dari lampu nomor 1 hingga nomor 8 dan kembali ke nomor 1.
–Setiap lampu menyala selama 20 ms
–Buatlah table pengalamatan dan diagram ladder

Table Pengalamatan




Diagram Ladder





Video Simulasi :


Kamis, 17 Oktober 2019

Simulasi Program Bel Kuis 3 Grup dengan menggunakan CX Programer

Program bel kuis dengan ketentuan sebagai berikut:
•Bel terdiri dari 3 group
•Jika pemain 1 telah menekan bel, maka pemain 2 dan 3 tidak bisa menekan bel begitu juga sebaliknya  ( interlock)
•Buzzer menyala dengan irama: beep- (jeda 1 detik) - beep – (jeda 0,02 detik)  pulse
•Buzzer akan terus berirama selama 5 detik lalu reset akan secara otomatis bekerja.  timer
•Buatlah Tabel Pengalamatan dan diagram laddernya.





Berikut adalah Gambar Pemrogramannya :



Berikut adalah video hasil simulasinya :



Kamis, 10 Oktober 2019

Simulasi DOL Starting dan Star-Delta Starting Menggunakan CX-Programer


           Direct-On-Line motor starting. Starting dengan metoda ini menggunakan tegangan jala-jala / line penuh yang dihubungkan langsung ke terminal motor melalui rangkaia pengendali mekanik atau dengan relay kontaktor magnit.

                Start-delta (bintang-segitiga) motor starting. Star awal dilakukan dalam hubngan bintang dan kemudian motor beroperasi normal dalam hungan delta. Pengendalian bintang ke delta dapat dilakukan dengan sakelar mekanik Y /Δ atau dengan relay / kontaktor magnit.

        Berikut adalah Video Simulasi dengan menggunakan CX-Programer:




Kamis, 03 Oktober 2019

Simulasi Instruksi KEEP Pada CX Programer dan CX Designer


Keep adalah special instruction yang terdapat di CX Programmer yang berfungsi sebagai pengunci. KEEP sama dengan rangkaian pengunci, bedanya KEEP lebih sederhana. Cara mengunci menggunakan KEEP adalah sebagai berikut :
KEEP Instruction
1.Buat tombol START: Ketik C, masukkan adress 0000 dan comment START
2.Buat instruksi KEEP: Ketik I, untuk mengeluarkan special instruction, lalu ketik KEEP(spasi) alamat_output. Contoh: KEEP 10000,  pada kotak dialog Edit Comment ketikkan OUT (lihat Gambar).
3.Pindahkan kursor di bawah tombol START, ketik C untuk membuat tombol RESET (STOP), kemudian ketikkan address 0001, klik OK dan ketikkan RESET akhiri dengan klik OK.

Berikut adalah hasil video simulasi :


Kamis, 26 September 2019

Simulasi Rangkaian Gerbang Logika Dengan Menggunakan CX Programer

Berikut adalah tutorial hasil simulasi dari Gerbang Logika AND, OR, NAND, NOR, EXOR, dan EXNOR dengan menggunakan CX Programer OMRON Tipe PLC CJ1M untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Automation Industri:

Nama : Taufik Rasyadi
NIM   : 41418120012

Video Simulasi Gerbang Logika AND, OR, NAND, dan NOR :








Video Simulasi Gerbang Logika EXOR dan EXNOR :





Minggu, 17 Januari 2016

Sistem Bilangan Biner, Oktal, Heksadesimal

Sumber : Dosen Pengajar

Sistem Bilangan Desimal
       Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah akrab dengan sistem bilangan desimal, yaitu sistem bilangan dengan basis-10 atau radik-10. Sistem bilangan ini menggunakan simbol/angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9.
     Meskipun sistem bilangan desimal sudah sangat akrab dengan kita, namun tidak mudah untuk diterapkan pada mesin-mesin elektronika digital. Sistem bilangan yang paling mudah diterapkan pada mesin digital adalah sistem bilangan biner (basis-2), di mana hanya menggunakan simbol/angka 0 dan 1.  Hal ini sesuai dengan dua keadaan switching di dalam mesin

Sistem Bilangan Basis-n
         Untuk memudahkan pembahasan kita membagi sistem bilangan menjadi basis-10 dan basis-n, di mana n >=2 dan n !=10, sehingga dikenal sistem bilangan basis-2, basis-3,…,basis-8,…basis-16 dan seterusnya.
         Semua sistem bilangan tersebut  tergolong sistem bilangan berbobot, artinya nilai suatu angka tergantung dari posisi relatifnya terhadap koma atau angka satuan. Contoh pada angka 525.65 angka 5 paling kiri berbobot lima ratusan  dan angka 5 kedua berbobot lima satuan, dan angka 5 paling kanan berbobot 5 per seratusan.

Konvensi Notasi
  •         Gunanya untuk membedakan antara sistem bilangan satu dengan lainnya .
  •         Basis-2 dipakai index 2 contoh 110102 atau #b11010
  •         Basis-8 dipakai index 8 contoh  30718
  •         Desimal dipakai index 10 contoh  907110  atau 9071
  •         Hexadesimal dipakai index 16 contoh  C07D16 C07Dh atau #C07D atau $C07D atau HC07D atau CO7DH
Sistem Bilangan basis-10 (Desimal)
Memiliki simbol anagka sebanyak sepuluh: 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9.
Nilai suatu bilangan dinyatakan sebagai ∑(N x 10a) dengan N=0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 dan a=…-3,-2,-1,0,1,2,3,… (bilangan bulat yang menyatakan posisi relatip N terhadap koma atau satuan).
Contoh: 32510    = 3 x 102 + 2 x 101 + 5 x 100
                              = 3 x 100 + 2 x 10+ 5 x 1 = 300+20+5
Contoh: 32,510  = 3 x 101 + 2 x 101 + 5 x 10-1
                              = 30 + 2 + 5/10

Sistem Bilangan basis-2 (biner)
          Mempunyai simbol sebanyak dua : 0 dan 1
          Nilai suatu bilangan dinyatakan sebagai ∑(N x 2a) dengan N=0,1 dan a=…-3,-2,-1,0,1,2,3,… (bilangan bulat yang menyatakan posisi relatip N terhadap koma atau satuan).
          Contoh: 11012=1x23+1x22+0x21+1x20

Sistem Bilangan basis-8 (oktal)
          Mempunyai simbol sebanyak delapan :
          yaitu 0,1,2,3,4,5,6, dan 7
        Nilai suatu bilangan dinyatakan sebagai ∑(N x 8a) dengan N=0,1 ,2,3,4,5,6,7,8 dan a=…-3,-2,-1,0,1,2,3,… (bilangan bulat yang menyatakan posisi relatip N terhadap koma atau satuan).
Sistem Bilangan basis-16 (hexadesimal)
          Mempunyai simbol sebanyak enam belas : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,a,b,c,d,e,f
          Nilai suatu bilangan dinyatakan sebagai ∑(N x 16a) dengan N=0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,a,b,c,d,e,f dan a=…-3,-2,-1,0,1,2,3,… (bilangan bulat yang menyatakan posisi relatip N terhadap koma atau satuan).
         Contoh: 1C0916=1x163+12x162+0x161+9x160

Konversi bilangan desimal ke biner
 Cara-1: praktis untuk bilangan kecil:
   (bilangan)10 = ∑(N x 2a)
   Contoh:
   9810 = ∑(N x 2a)
             = 1x26+1x25+0x24+0x23+0x22+1x21+0x20
             =  11000102
 Cara-2
    98/2 = 49, sisa 0
    49/2 = 24, sisa 1
    24/2 = 12, sisa 0
    12/2 = 6, sisa 0
       6/2 = 3, sisa 0
       3/2 = 1, sisa 1
       1/2 = 0, sisa 1
Jadi 9810 =                  1    1   0   0   0  1  02
(dibaca dari sisa terakhir, perhatikan warna)

Konversi bilangan desimal ke oktal
  Cara-1: praktis untuk bilangan kecil:
    (bilangan)10 = ∑(N x 8a)
    Contoh:
       136810 = ∑(N x 8a)
                      = 2x83+5x82+3x81+0x80
                      =  25308
    Jadi:
        136810 25308

•  Cara-2:
    1368/8 = 171, sisa 0
       171/8 = 21, sisa 3
          21/8 = 2, sisa 5
            2/8 = 0, sisa 2
    Jadi:
     136810 25308

Konversi bilangan desimal ke Hexadesimal
Untuk konversi ke hexadesimal, caranya sama seperti perhitungan diatas hanya saja nilai untuk mencarinya diganti 16.

Cara-1: praktis untuk bilangan kecil:
    (bilangan)10 = ∑(N x 16a)

•  Cara-2:
    Nilai Desimal/16 = Hasil pembagian, sisa Pembagian